iimi-iris.com

Penemu – Penemu Rumus Matematika

This content shows Simple View

Sejarah Matematika

Sejarah Matematika dari Peradaban Kuno hingga Sekarang ini

Pendidikan pada umumnya sangat bervariasi dari satu negara ke negara yang lainnya. Para Sparta menekankan bahwa pendidikan itu adalah moralitas, sementara orang-orang yang ada di Athena fokus pada penyempurnaan bentuk fisik dan juga bentuk mental. Pada mata pelajaran Matematika diajarkan dengan cara yang sangat berbeda dibandingkan dengan matematika yang sekarang ini, khususnya karena ada Geometri dan Aritmatika ini adalah subjek yang sangat berbeda. Konsep dari Aritmatika kemudian dipecah lagi menjadi kalkulasi, yang diajarkan oleh pengrajin dan dari orang-orang kelas menengah saja. Mereka ini yang memiliki waktu, uang, dan memiliki keinginan dapat melanjutkan studi mereka jenjang ke ilmu angka. Anak laki-laki akan memulai pendidikan mereka di rumah, di bawah bimbingan orang tua mereka atau ada yang memakai jasa seorang tutor matematika. Pendidikan dasar mereka itu termasuk Sastra, Musik, dan Gimnastik, tapi sangat sedikit sekali pada pelajaran Aritmatika atau pelajaran Geometri. Sekitar umur mereka menginjak dua belas tahun, para murid akan mendaftarkan diri ke kelas matematika, yang dimana mereka akan belajar lebih jauh mengenai Tata Bahasa, Logika, dan juga mempelajari Retorika. Anak-anak  yang berasal dari kaum pekerja pada umumnya akan mengakhiri pendidikan formal mereka di titik itu, namun anak-anak yang dari kalangan atas akan mendaftarkan diri mereka sebagai mahasiswa di universitas atau di akademi yang didirikan oleh Plato, Phytagoras, atau juga oleh Aristotle. Pythagoras ini mendirikan sebuah sekolah pada tahun 514 SM. Kita orang-orang yang mempelajarinya berhutang banyak sekali pada institusi tersebut yang sudah mengembangkan geometri dan disiplin ilmu lainnya yang kita pernah pelajari atau kita masih dipelajari hingga sekarang ini.

Berkat studi-studi yang ada, musik bisa saja diperhitungkan sebagai ilmu matematika. Akademi Plato ini sudah berdiri lebih kira kira sudah dari 900 tahun. Karena awalnya memiliki tujuan untuk mengembangkan para calon negarawan yang sukses dan berkembang, pandangan Plato terhadap matematika ini lebih terbatas daripada Pythagoras. Ia menyatakan bahwa pada pelajaran matematika akan membentuk sebuah pemikiran yang jelas dan juga sangat logis, sifat yang seharusnya dipunyai oleh para politikus pada masa itu. Ia juga mengusulkan bahwa seorang murid haruslah belajar matematika untuk 10 tahun pertama mereka untuk transisi pada pemikiran yang sangat rasional yang mereka miliki serta memiliki filosofis yang diperlukan untuk menjadi sukses di bidang politik. Akademinya dari sekolah tersebut dianggap sebagai pembentukan aliran yang ‘pagan’ dan pada akhirnya ditutup oleh Kaisar Justinian pada tahun 529 M. Bukti nya akan lebih lanjut dari bangsa Roma yang mengontrol sebuah metode pengajaran Plato ada sebuah kasus di The Republic, yang dimana ia menolak adanya kenyataan bahwa hanya pembelajaran dasar Matematika saja yang diperlukan oleh orang-orang yang ingin berkembang.

Pengajaran pada Matematika di Roma Kuno

Sama seperti dari bangsa Yunani, bangsa Roma juga akan memberikan pendidikan dasar ke rumah pada anak laki-laki saja tidak pada anak perempuan. Para murid tersebut akan mengikuti pembelajaran matematika yang formal ketika mereka menginjak umur 12 tahun dan mereka akan belajar Sastra, Musik, dan Aritmatika dasar yang akan menggunakan jari dan juga belajar sempoa. Kecuali mereka yang dituntut oleh status sosial atau pekerjaan yang mereka miliki, para pelajar yang ada di Roma tidak bisa melanjutkan lebih jauh pada pembelajaran matematika mereka di luar apa yang mereka pelajari yang ada di rumah. Anak-anak yang bisa mengaplikasikan matematika kemudian akan mengikuti kelas-kelas yang diberikan oleh seorang Master Matematika yang ada pada saat itu. Contohnya itu tidaklah banyak, dan juga menjadi pengecualian dari pada aturan beasiswa yang ada di Roma. Dokumen yang tersisa pada periode tersebut menunjukkan bahwa pengajaran pada pelajaran Matematika tidaklah sepenuhnya disambut dan juga diterima dengan baik oleh kalangan yang ada pada saat itu, namun matematika juga dianggap perlu untuk beberapa kasus yang ada di kehidupan.

Sejarah Matematika pada Era Renaisans

Di Era Renaisans melahirkan sebuah pemikiran yang baru tentang pendidikan. Lebih dari sekadar belajar tentang apa yang harus mereka lakukan dengan pekerjaan yang mereka miliki, penekanannya akan ditempatkan pada para murid yang ingin belajar tentang keterampilan pada kehidupan. Pada era ini, Elements yang ditulis oleh Euclid yang sudah diterjemahkan ke dalam banyak Bahasa dan akan disebarkan secara luas juga berkat kehadiran dari mesin cetak yang baru. Ini berarti para sarjana matematika yang ada di Jerman, Perancis, dan juga Italia yang menggunakan bahan ajar yang sama untuk mereka belajar, ada atau tidaknya seorang guru dengan mereka, mereka akan terus belajar.

Sejarah Matematika di Abad ke-19

Banyak fokus yang akan diberikan pada kapan saja dan bagaimana seorang murid ini harus diajarkan pelajaran matematika. Terlepas dari pemikiran yang sangat progresif, ada banyak sekolah yang ada di inggris yang masih sangat kolot dengan pembelajarannya. Berdirinya Analytical Society of Cambridge ini yang dianggap sebagai aksi yang persuasif oleh Lembaga untuk merangkul studi Matematika yang akan menjadi lebih luas. Pada tahun 1823-an, kalkulus ini mulai diferensial dan juga mulai masuk ke dalam kurikulum yang ada pada sekolah pada saat itu. Kemudian, tipe sekolah yang baru pun mulai didirikan, yang dimana matematika dan disiplin ilmu lainnya akan diberikan tempat yang semestinya dan juga berbeda jalur dengan yang ada. Di University of London ini sudah menyediakan pendidikan Matematika dan juga Ilmu Fisika. Dekan pertama pada jurusan Matematika akan diberikan pada Augustus De Morgan, yang mengubah bagaimana cara ajar matematika. Setelah kelas, ia akan membagikan para muridnya kertas ujian yang sudah didasarkan pada materi pada hari itu. Para murid kemudian akan mengembalikan kertas ujian tersebut yang sudah terisi semua, agar ia bisa tahu ada di area mana sajakah yang masih butuh untuk pemahaman yang lebih dan di area mana saja yang membutuhkan penjelasan secara ekstra. Kuliah besoknya akan menggabungkan apa yang belum bisa ditangkap oleh murid-muridnya di kelas sebelumnya.

Mempelajari Matematika yang Sekarang

Meskipun ada banyak sekali kemajuan yang sangat hebat yang sudah dikembangkan pada bidang Matematika, seni pada mengajar matematika ini ada di sekolah dasar atau juga ada revisi pada ujian matematika GCSE, hal ini tidak akan berubah pada dasarnya sejak zaman De Morgan. Bahkan ketika seorang itu mengajarkan matematika secara privat kembali lagi seperti zaman yang sudah kuno. Pada pemerintahan organisasi yang terikat sudah menambahkan sebuah sumber daya luar yang bisa untuk para guru kembangkan dan memulai dengan metode yang berbeda. Konsep yang dimiliki kurikulum ini melingkupi studi seperti :

  • Pada konsep matematika
  • Konsep pada Aljabar
  • Dari pembelajaran Geometri
  • Pembelajaran Kalkulus
  • Pada Trigonometri
  • Lalu pada studi pecahan itu ada bilangan kuadrat, ada bilangan linier, ada parametrik dan lain sebagainya.

Faktanya akan tetap ada yang mengungkapkan bahwa hanya gurulah yang memula pada kecintaan nya melalui subjek tersebut, lalu mengorbankan semangat belajar mereka untuk memahami dan juga untuk mengeksplorasi arena yang sangat menarik dari pembelajaran matematika.

 




top