iimi-iris.com

Penemu – Penemu Rumus Matematika

This content shows Simple View

Penemu Trigonometri

Mengenali Rumus Para Trigonometri

Aljabar sudah kalian ketahui maka saat ini masuk kedalam rumus trigonometri yang memang ada juga di dalam pelajaran matematika titik di mana pelajaran ini bisa kalian temui semasa kalian menduduki sekolah menengah pertama atau SMP dan juga sekolah menengah atas atau SMA.dimana pada pembelajaran tersebut sudah masuk ke dalam intinya saja, mungkin waktu SD sudah si tapi tidak se detail saat kalian berada di tingkatan SMP maupun SMA yang pembelajaran yang sudah masuk ke dalam inti dari rumus trigonometri tersebut.

dalam hal ini kita akan memberitahukan sedikitnya kemunculan dari trigonometri sampai pada penemu penemunya. karena pada dasarnya penemuan dari rumus trigonometri ini tidak hanya didasari oleh satu orang saja tetapi lebih dari satu ilmuwan.

menurut dari sejarahnya pengertian trigonometri sendiri memang berasal dari bahasa Yunani yakni Tri = 3, sedangkan Gonomon sama dengan sudut dan juga metria yang berarti ukuran. jadinya jika kalian gabungkan menjadi satu trigonometri memiliki arti pengukuran pada sudut segitiga. Dikutip oleh Edward J Byng, bahwasannya trigonometri ini memiliki arti pada ciptaan orang Arab dikarenakan, ada banyaknya kata-kata pada rumus trigonometri ini yang memang penggunaan istilahnya dari bahasa Arab.

ASAL MUASAL KEMUNCULAN TRIGONOMETRI

Sudah pasti dong munculnya rumus ini didahului dari asal muasal rumus tersebut. Di awal trigonometri ini selalu dikaji sebagai salah satu cabang astronomi namun pada akhirnya trigonometri berdiri sendiri sebagai disiplin ilmu titik di sini terdapat perkembangan awal trigonometri yang memang terbukti kan adanya gerakan yang disebabkan langsung oleh keperluan dalam penyelesaian masalah di bidang astronomi.nah kemunculan dari trigonometri ini memang prosesnya perlahan-lahan dibandingkan dengan cabang matematika yang lainnya. untuk rumus trigonometri ini sendiri berkembang disebabkan adanya hubungan antara pendidikan matematika terapan dengan adanya keperluan pada bidang sains yakni astronomi. dalam hubungan inilah yang dianggap memiliki keterkaitan satu sama lain tetapi tersembunyi sampai zaman renaisans trigonometri yang sudah dijadikan sebagai topik tambahan di bidang astronomi.

PERKEMBANGAN RUMUS BESERTA PARA PENEMUNYA

mengenai sebuah perkembangan trigonometri ini memang menjadi salah satu alat utama di bidang astronomi yakni sebagai salah satu bidang kajian yang memang sudah sangat diminati oleh para ahli matematika Islam sampai halnya trigonometri ini bisa berdiri sendiri sebagai disiplin ilmu.untuk orang-orang Islam terdahulu memang menjadi orang yang pertama kali melakukan penekanan pengkajian prinsip-prinsip cahaya. Dan ini tergerak langsung oleh Al haitham yang memang sudah menulis mengenai risalah-risalah betapa pentingnya tentang topik dan juga membina sebuah bentuk awal pada prinsip cahaya yang pada akhirnya sudah menjadi hukum snell mengenai pembiasan cahaya itu sendiri untuk prinsip optik al-hikmah sendiri memberikan suatu inspirasi supaya nantinya bisa mengacu pada perhatian astronomi dan trigonometri yang lebih diutamakan dahulu.

Dalam hal ini para tokoh-tokoh pun atau sang ilmuwan pun ikut andil dalam penemuannya dan tokoh-tokoh itu adalah:

# TOKOH AL KHAWARIZMI

nah untuk tokoh yang pertama ini menjadi seorang tokoh matematika besar yang memang dilahirkan pada jalan Islam dan langsung disumbangkan pada peradaban dunia.ya bisa dikatakan 100 tahun 200 tahun atau bahkan beratus-ratus tahun lebih hanya kemungkinan kecil akan ada sosok yang terlahir ke dunia ini lagi seperti beliau yakni Al khawarizmi. Beliau ini memang sangat terkenal dengan adanya teori algoritma yang di mana dirinya sudah membangun teori-teori matematika dasar yang lainnya. pada bidang trigonometri ini memang dirinya lah yang menemukan langsung pada pemakaian rumus sin cos tan dan juga secan.

# TOKOH AL BATTANI

untuk apa yang satu ini pasti kalian sudah sangat familiar ya dengan namanya gimana untuk nama lengkap dari Al battani sendiri adalah Muhammad Ibnu Jabir Ibnu Sina abu Abdullah al-battani, dirinya langsung dilahirkan di daerah Mesopotamia yakni kurang lebihnya tahun 850 Masehi dan dirinya sendiri telah meninggal dunia di daerah Damsyik tahun 1929 Masehi.Al battani sendiri merupakan putra raja Arab dan juga sekaligus menjadi gubernur Syiria yang dianggap sebagai salah seorang ahli astronomi dan juga matematika Islam yang sudah sangat terkemuka pada masanya. Dalam hal ini al-battani memang langsung bertanggung jawab untuk memperkenalkan sebuah konsep konsep modern serta adanya perkembangan fungsi-fungsi yang identity dari trigonometri itu sendiri. Dan dalam hal ini dirinya juga menggunakan formula sinus dengan lebih jelasnya lagi dibandingkan dari penjelasan orang-orang Yunani terlebih dahulu. Dan kurang lebihnya dini juga menemukan beberapa rumus yang mungkin sudah kalian ketahui semua ya guys dan itu ada saat ini di pelajaran kalian semua.

# TOKOH ABU AL WAFA

untuk tokoh yang satu ini mungkin yang banyak Kalian temui dalam pencarian Google ya garis. Untuk nama lengkapnya adalah abu Al Wafa Muhammad Ibnu Muhammad Ibnu Ibnu Ismail Al buzjani yang memang lahirnya di Buzjan, Iraq yakni tahun 940 Masehi. untuk tokoh yang satu ini memang sejak kecilnya sudah memiliki kecerdasan hal ini lantaran adanya penunjangan dengan minat pada bidang ilmu alam semenjak kecil.

setelah abu Al Wafa ini bisa menyelesaikan pendidikan dasar nya dan juga pendidikan menengahnya beliau ini langsung memutuskan untuk meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi di daerah Baghdad tahun 959 Masehi.dan dari beberapa bimbingan sejumlah ilmuwan terkemuka pada masanya tidak membutuhkan waktu lama dirinya langsung menjadi seorang pemuda yang memiliki otak cemerlang.

nah dalam hal ini dirinya langsung banyak membantu para ilmuwan nih baik itu pribadi ataupun tidak dalam pengembangan teori yang terutama di bidang trigonometri ini.seperti konstruksi bangunan trigonometri pada versi abu al-wafa ini sangat diakui dan juga besar sekali manfaatnya. Yang di kala itu dirinya berhasil untuk mengembangkan sebuah metode baru mengenai konstruksi segi empat dan juga adanya perbaikan nilai sinus 30 dengan adanya pemakaian 8 desimal. Dalam hal ini beliau juga memang mengembangkan adanya hubungan rumus-rumus dengan hubungan sinus.

dalam hal ini banyak sekali buku-buku dan juga karya ilmiah yang sudah dihasilkan dan sudah mencakup dari banyak bidang namun, hanya tinggal sedikit karena yang masih tertinggal sampai saat ini dikarenakan beberapa karyanya yang ini ada yang hilang dan juga sudah dimodifikasikan. nah karena kontribusinya yang sudah sangat besar terhadap rumus trigonometri ini abu Al Wafa langsung dijuluki sebagai seorang peletak pertama dalam dasar ilmu trigonometri. makanya banyak di mesin pencarian bahwa yang terkenal itu hanyalah abu Al Wafa.

# TOKOH IBNU AL SHATIR

Penutup ada Ibnu Al SHATIR dimana dirinya memiliki nama lengkap yakni ala Al bin Ali Ibnu Ibrahim Al muwaqit yang memang lahirnya sejak tahun 1306 Masehi. Dalam catatan dirinya meninggal tahun 1375 Masehi dan tidak banyak yang mengetahui hal ini karena karya-karyanya Mazda langsung tertuang dalam Rasad IBN SHATIR atau pemerhati dari Ibn SHATIR.

nah itulah tadi sedikit nya mengenai perkembangan dari adanya rumus trigonometri beserta para. Semoga dengan adanya artikel ini bisa membantu kalian ya guys.




top