iimi-iris.com

Penemu – Penemu Rumus Matematika

This content shows Simple View

Orang Jenius Matematika

William James Anak Ajaib yang Ahli Matematika

Kalau kalian bayangkan ada berapa banyak kira kira orang yang terlahir sebagai seorang yang jenius lalu dikenang jasa yang mereka lakukan sepanjang masa, hanya ada segelintir orang yang dilakukan seperti itu. Beberapa orang itu yang menjadi seorang ilmuan dunia yang hingga saat ini penemuannya masih dipakai oleh umat manusia yang ada di dunia dalam bidang bidang keilmuan.

Kalian bisa sebut saja Albert Einstein  yang diperkirakan memiliki IQ 160. Kemudian ada Isaac Newton yang disebut punya IQ 190, dan Mark Zuckerberg pemilik media sosial Facebook yang katanya ber-IQ 152. Orang-orang ini dikenal sebagai jenius di seluruh dunia. Namun, tahukah kamu bahwa ada seorang jenius lain yang pernah hidup dengan IQ sekitar 250 sampai 300? Ia adalah William James Sidis, orang terpintar yang pernah hidup di dunia dengan IQ mencapai 260. Dia adalah anak ajaib dan ahli matematika yang luar biasa. William juga ahli dari berbagai macam dialek dan diberkati bakat menulis. Tapi sayang, kejeniusannya tidak setara dengan kepopulerannya. Karena bagaimanapun, banyak orang yang tidak pernah mendengar namanya. Jadi, siapakah sebenarnya William James Sidis? Mari kita bahas kisah hidup William kecil, dan ini alasan kenapa dia tidak terkenal seperti jenius lainnya. 

 

Mengenai William James Sidis

Nama James Sidis nyaris luput dari hingar bingar pemberitaan tentang para jenius di jagat ilmu pengetahuan. Kejeniusannya sesungguhnya tidak kurang dari Einstein, Edison, Mozart, Da Vinci dan lainnya. Sidis di usia 1 tahun 6 bulan sudah bisa membaca New York Times, pada usia 8 tahun sudah dapat menguasai 8 bahasa dan Ia juga menulis beberapa buku tentang anatomi dan astronomi. Tak ayal pada saat itu namanya menjadi langganan headline surat kabar. Kemampuan Sidis dalam berbahasa pun konon amatlah dahsyat. Bayangkan saja Ia bisa mempelajari bahasa baru hanya dalam satu hari hingga total sekitar 200 bahasa di dunia dikuasainya.

Kisah Tragis William James Sidis, Manusia Paling Jenius di Dunia -

Kehebatan Sidis berlanjut saat di usia 11 tahun diterima di kelas anak berbakat Harvard University dan lulus cumlaude sebagai sarjana matematika di usia 16. Selanjutnya Ia melanjutkan kuliahnya namun sempat tersendat karena dibully oleh sekelompok mahasiswa yang tidak menyukainya. Di usia 17 Sidis menerima tawaran sebagai asisten dosen sambil melanjutkan ke program doktor namun sayang Ia tidak menyelesaikan studinya dengan alasan merasa frustasi oleh sistem pembelajaran dan perlakuan kakak kelasnya.Saat itu Ia sempat mengeluh, “Aku tidak tahu kenapa mereka memberiku pekerjaan ini dan menempatkan aku sebagai orang spesial, aku sebenarnya tidak layak sebagai dosen. “

Sejak keluar dari penjara, Sidis kemudian menghilang bak ditelan bumi dan setelah sekian lama jejaknya terendus oleh seorang reporter yang bertemu dengan seorang pemulung besi tua nan papa, ternyata dialah ‘ William James Sidis. Ada satu pelajaran dari kisah tragis James Sidis, Ia telah menjadi obyek dari eksperimen Boris Sidis sang ayah yang seorang psikolog. Boris telah menerapkan sistem pendidikan model baru kepada James demi menyanggah sistem pendidikan konvensional yang dianggap sebagai biang keladi kejahatan. Sayangnya mental Sidis tidak tahan atas perlakuan lingkungan terhadapnya dan Ia pun merasa lelah menjadi proyeksi dari ambisi sang ayah hingga ingin melepaskan diri dari bayang-bayang sang ayah.

William James Sidis, tokoh jenius dengan IQ antara 250-300 dan memiliki banyak minat di berbagai bidang pengetahuan (kedokteran, matematika, astronomi, hukum, mesin, sipil, bahasa dll.) akhirnya meninggal di usia 46 tahun karena pendarahan di otak dan sayangnya Ia belum banyak menyumbangkan ilmunya untuk kemaslahatan umat manusia.

 

William James Berbicara 8 Bahasa di Umur 8 Tahun

William lahir di kota New York,AS, pada 1898. Anak dari Boris Sidis, seorang psikolog teladan dengan 4 gelar dari Harvard. Kejeniusan yang dimiliki William tak lain diturunkan dari orang tuanya. Sejak kecil, ia punya bakat yang sangat brilian, bahkan melampaui orang biasa.  

Who is William James Sidis?

Ketika berusia 18 bulan, dia disebut sudah bisa membaca The New York Times. Saat menginjak umur 8 tahun, dia mempelajari secara otodidak bahasa Latin, Yunani, Perancis, Rusia, Jerman, Ibrani, Turki, dan Armenia. Selain 8 bahasa yang dipelajari, dia juga menciptakan bahasanya sendiri yang disebut sebagai “Vendergood”.

 

Menjadi pelajar termuda di Harvard

Karena kepintarannya, ayahnya mencoba mendaftarkan William ke Harvard ketika dia berumur 9 tahun. 2 tahun kemudian, institut menerima William sebagai orang termuda yang terdaftar di Harvard pada tahun 1909. 

Kisah William James Sidis, Pria dengan IQ Tinggi yang Berakhir Malang |  Indozone.id

Pada 1910 kemampuan matematika William sangat menonjol dan dia mulai mengajari professornya sendiri, sehingga dia mendapatkan gelar sebagai “Child Prodigy” atau si anak ajaib. Dia menyelesaikan pendidikannya sebagai sarjana seni pada umur 16 tahun.

 

Memilih Hidup dengan Mengasingkan Diri

Ketenaran bisa sangat melelahkan, terutama ketika kamu terekspos di usia yang sangat muda. Singkatnya setelah William menyelesaikan pendidikannya, William memberitahukan kepada reporter bahwa dia menginginkan kehidupan yang “Sempurna”, menurut William pengasingan adalah salah satunya. Dia juga mengatakan bahwa dia tidak akan pernah menikah karena wanita tidak membuatnya tertarik.

Kisah William James Sidis, Orang Paling Cerdas Sedunia IQ 260 Tapi Tidak  Seterkenal Albert Einstein | Tribun Style | LINE TODAY

Selain tidak menginginkan ketenaran, keputusannya untuk mengasingkan diri diduga ada kaitannya dengan masa kecil William yang cukup tertekan. Ketika William kecil, pemerintah Amerika Serikat bertekad mengubah anak-anak di negaranya menjadi sebuah ‘keajaiban’ lewat pendidikan. Saat itu, sang ayah, Boris, menginginkan anaknya menjadi seorang yang sangat bersinar. Untuk mencapai hal itu, ia lantas menerapkan pendekatan psikologis dalam membesarkan William. William kecil memang menikmati cara belajar yang digagas ayahnya. Namun, pemikiran itu berubah saat ia menginjak dewasa dan menyalahkan ayahnya. Bahkan saat Boris meninggal pada tahun 1923, William dilaporkan menolak menghadiri pemakamannya. 

 

Dijatuhi Hukuman 18 Bulan Penjara

Seperti kebanyakan jenius lainnya, William tetap menjaga identitasnya agar tidak diketahui banyak orang. Dia bekerja sebagai pemateri dengan bayaran rendah. Akan tetapi, dia tetap saja dikenali oleh orang-orang hingga membuatnya tidak punya pilihan lain untuk mengganti pekerjaannya. 

Di tahun 1924, reporter menemukan bahwa dia hanya menghasilkan uang sebesar 23 dolar AS atau setara Rp 399 ribu per minggu. Setelah itu William menulis beberapa buku menggunakan nama samaran yang berbeda-beda.

Dia adalah seorang sosialis yang sangat menentang terhadap Perang Dunia I. Faktanya, William ditangkap pada tahun 1919 dikarenakan demonstrasi yang berujung riuh di Boston di mana ia dijatuhi hukuman 18 bulan penjara. Orang tuanya lantas mendapati William, dan mengeluarkan dia  dari penjara. William kemudian dikurung di sanatorium selama 2 tahun. 

 

Seseorang Sosialis & Menolak Perang Dunia I

Dia, pada kenyataannya, ditangkap pada tahun 1919 karena protes yang berubah menjadi kekerasan di Boston di mana dia dijatuhi hukuman penjara selama 18 bulan. Namun, orang tuanya menemukan cara untuk membuatnya keluar dari penjara dan mengurungnya di sanatorium mereka selama 2 tahun sebagai gantinya.

 

Kematian yang malang di usia 46 tahun

William menghabiskan hidup dengan miskin dan kesepian. Terasingkan dari keluarga. Ia bekerja sebagai operator mesin dan mengerjakan pekerjaan kecil untuk memenuhi kebutuhan hidup. Orang yang bisa mengubah dunia itu akhirnya mati di usia 46 tahun karena menderita pendarahan otak di tahun 1944. Yang menarik, ayahnya pun meninggal dengan keadaan yang sama.




top