iimi-iris.com

Perkembangan Permainan Judi Online Era Modern

This content shows Simple View

Konjektur Hodge

Professor Bisa Gak yah, Memecahkan Soal Matematika ini ? Ending !

Siapa yang dari dulu benci sama mata pelajaran Matematika ? “ Saya ! Gw ! Aku ! Kamu ! Lu ! Kita ! “ pastinya kalian yang malas berhitunglah yang tidak senang akan keberadaan dari pelajaran yang satu ini. Padahal, pelajaran ini sangat amat penting bagi kehidupan manusia hingga akhir hayat mereka. Mengapa bisa begitu ? sebab, yang namanya seorang manusia harus bisa melakukan transaksi barang apapun dengan perhitungan harga yang pasti. Lalu membangun rumah harus berhitung mengenai keseimbangan yang ada dan menghitung jumlah biaya yang dikeluarkan, membangun perusahaan harus menghitung Gaji yang diberikan untuk para karyawannya dan lain sebagainya. Sebab itulah, dari kecil kalian sudah diajarkan yang namanya s1288 perhitungan agar karyawannya, mampu menyelesaikan masalah tersebut tidak menjadi sebuah kekeliruan yang merugikan nantinya. 

Pelajaran Matematika atau MTK sendiri masih banyak kok yang menyukainya. Kalau tidak ada yang menyukai, maka kalian tidak mungkin dong menemukan para penemu-penemu rumus matematika yang sebelumnya sudah kami beritahukan dalam bentuk artikel di website kami ini. 

Dari sini, kami rupanya menemukan beberapa soal matematika yang dikatakan belum bisa terpecahkan oleh siapapun itu. Coba deh, waktu Albert Einstein masih hidup, lalu Blaise Pascal yang masih hidup, dan beberapa tokoh Matematika lainnya di dunia ini yang masih hidup. Apakah kalian yakin mereka mampu memecahkan soal Matematika ini ? coba yuk lihat, memang seperti apa sih bentuk dari soal matematika yang dikatakan paling susah untuk dipecahkan ?

 

  1. Soal Matematika dari Hipotesis Riemann 

Dalam dunia Matematika, Bilangan Prima sendiri menjadi sebuah bagian di dalamnya dan sudah menjadi topik paling hangat di kalangan Matematikawan. Selain itu, Bilangan prima juga sudah menjadi sebuah pondasi utama dari kehadiran bilangan Bulat yang nyata. Hal ini dikarenakan, bilangan bulat tersebut bisa didapat dengan secara unik untuk dipecah agar menjadi rangkaian pada bilangan prima itu sendiri. Lalu mengingat dari pentingnya bilangan Prima di bidang Matematika, maka pertanyaan mengenai bagaimana bilangan prima ini mampu terbagikan di sepanjang garis bilangan pada persoalan yang menarik sekali bagi otak kalian semua. 

Lalu di abad ke-19, munculah seorang Matematikawan yang berasal dari Jerman yakni bernama Georg Friedrich Bernhard Riemann. Diimaan dirinya sendiri sudah menemukan rumus yang memang sudah memberikan perkiraan jarak Rata-Rata di antara bilangan prima lainnya. Untuk Hipotesis Riemann juga sudah membatasi adanya kemungkinan tersebut dengan langsung menetapkan batasan pada seberapa jauh Distribusi bilangan prima bisa menyimpang dari adanya jarak rata-rata dengan sebuah fungsi Zeta Riemann. Mungkin untuk persamaan dari Hipotesis ini akan kami berikan gambaran pada rumus-rumus yang ada. 

Adapun satu hal yang memang masih saja belum terpecahkan yakni dengan seberapa dekat pada pembagian bilangan prima Sejati dengan rata-rata tersebut. Dalam artian lain, apakah memang terdapat bagian dari garis bilangan di mana untuk Bilangan Prima ini sendiri terlalu banyak atau memang terlalu sedikit yang ada dari rumus tersebut ? …. 

Selama ini pun, pengkajian langsung dari Fungsi rumus Zeta Riemann juga sudah menjadi sebuah topik tersendiri pada bidang Matematika Murni. Dan demikian pula, semakin menekan pada signifikansi Hipotesis Riemann. Hingga detik ini, Metode dari Komputasi ini sudah menemukan sekitar 10 Triliun Solusi bagi persamaan dari Fungsi Zeta Riemann yang jatuh di sepanjang garis bilangan itu sendiri. Walau terbilang ada berbagai macam bukti signifikan yang bisa membenarkan Hipotesis tersebut, dan bukti-bukti tersebut juga sangat sukar untuk bisa dipahami. Dan jika terpecahkan sudah, Hipotesis Riemann ini mampu menjadi batu loncatan terbesar pada bidang Matematika yang Murni. 

 

  1. Soal Matematika Mengenai Konjektur Birch and Swinnerton Dyer 

Mungkin dalam dunia Matematika, topik pengkajian yang memang paling tertua serta terluas adalah mengenai persamaan Diophantine atau pada persamaan Polinomial “ P “ dalam menemukan solusi dari Bilangan Bulat itu sendiri. Nah salah satu contohnya yang mungkin bisa kalian pelajari dari SMP – Kuliah adalah mengenai pelajaran Geometri atas teorema Phytagoras A2 + B2 = C2 … 

Dan dalam beberapa tahun terakhir, adanya para ahli Al Jabar secara Khusus telah mempelajari mengenai Kurva Eliptis yang mana sudah didefinisikan pada persamaan Diophantine tertentu saja. Kurvanya sendiri memiliki aplikasi penting di dalam sebuah teori bilangan dan juga Kriptografi serta, bisa menemukan sebuah solusi bilangan bulat atau bilangan rasional bagi kedua teori tersebut sebagai sebuah tujuan utamanya. 

Dan disini Konjektur Birch and Swinnerton Dyer untuk menyediakan pedoman Analisis tambahan di dalam memahami Solusi Persamaan yang sudah ditentukan dari si Kurva Eliptis itu sendiri, dengan langsung saja memaparkan bahwa Kurva Eliptis sudah memiliki Jumlah Titik Rasional yakni Solusi yang tidak akan terbatas atau pada jumlah titik rasional yang sudah terbatas. 

Hal ini juga sudah tergantung dari sebuah perilaku masing-masing sebagai Fungsi dari Zeta yang ternyata, masih memiliki kaitannya atau memang tidak sama sekali dengan nilai dari bilangan 0 ( Nol ). Maka untuk rumus tersebut nantinya memiliki titik rasional yang tidak terbatas. Namun sebaliknya, jika rumusnya memiliki persamaan dengan 0 maka dari jumlah titik Rasionalnya sendiri sudah pasti terbatas. Dari sini, kalian bisa untuk membuktikan kehadirannya ? membuktikan jika benar Konjektur Birch and  Swinnerton Dyer ini sudah menjadi salah satu kontribusi terbesar dalam perkembangan Analisis teori dari bilangan dan juga Kurva Eliptis ini ? adakah yang berani dalam membuktikannya ? …. 

 

  1. Soal Matematika Tentang Konjektur Hodge 

Masuk di awal abad ke 20, yakni para ahli matematikawan sudah menemukan cara yang sangat ampuh di dalam menyelidiki bentuk objek yang sangat rumit. Namanya sendiri menjadi Geometri Aljabar. Contoh sederhananya dari Geometri Aljabar ini pada Rumus Y=X(2), dan jika digambarkan maka hasilnya sendiri pada Kurva Parabola. Tujuannya sendiri memang hanya untuk melihat sejauh mana sebuah perkiraan bentuk objek tertentu dengan menempelkan langsung Blok-Blok pembangunan Geometris Sederhana dari adanya dimensi yang terus saja bertambah. 

Teknik ini sendiri ternyata memang sangat amat berguna sekali untuk bisa disebarluaskan dalam berbagai macam cara yang sudah berbeda-beda. Pada akhirnya, dari suatu teknik tersebut sudah mengarah langsung ke satu pedoman saja, dimana bisa memungkinkan bagi para matematikawan dalam membuat kemajuan besar di dalam pengelompokan berbagai objek rumit yang memang mereka semua temui di dalam sebuah penyelidikan yang nyata. 

Adapun Soal Konjektur Hodge sendiri sudah menegaskan bahwa mengenai Jenis Ruang tertentu yang disebut sebagai Varietas Aljabar Projektif. Dan untuk Potongan-potongan yang disebut dengan Siklus Hodge ini sebenarnya menjadi sebuah kombinasi Linear Rasional dari potongan Geometris yang jauh lebih sederhana yang disebutnya dengan Siklus Aljabar. Dalam artian lain, adanya beberapa jenis tertentu dari Struktur Geometri ini memiliki pasangan Aljabar yang digunakan untuk mempelajari dan bisa mengklasifikasikan bentuk Objek Rumit dengan jauh lebih baik lagi.

 

Coba deh, ada enggak nih yang bisa memecahkan soal Matematika tersebut ?




top