iimi-iris.com

Penemu – Penemu Rumus Matematika

This content shows Simple View

Mengenali Rumus Para Trigonometri

Aljabar sudah kalian ketahui maka saat ini masuk kedalam rumus trigonometri yang memang ada juga di dalam pelajaran matematika titik di mana pelajaran ini bisa kalian temui semasa kalian menduduki sekolah menengah pertama atau SMP dan juga sekolah menengah atas atau SMA.dimana pada pembelajaran tersebut sudah masuk ke dalam intinya saja, mungkin waktu SD sudah si tapi tidak se detail saat kalian berada di tingkatan SMP maupun SMA yang pembelajaran yang sudah masuk ke dalam inti dari rumus trigonometri tersebut.

dalam hal ini kita akan memberitahukan sedikitnya kemunculan dari trigonometri sampai pada penemu penemunya. karena pada dasarnya penemuan dari rumus trigonometri ini tidak hanya didasari oleh satu orang saja tetapi lebih dari satu ilmuwan.

menurut dari sejarahnya pengertian trigonometri sendiri memang berasal dari bahasa Yunani yakni Tri = 3, sedangkan Gonomon sama dengan sudut dan juga metria yang berarti ukuran. jadinya jika kalian gabungkan menjadi satu trigonometri memiliki arti pengukuran pada sudut segitiga. Dikutip oleh Edward J Byng, bahwasannya trigonometri ini memiliki arti pada ciptaan orang Arab dikarenakan, ada banyaknya kata-kata pada rumus trigonometri ini yang memang penggunaan istilahnya dari bahasa Arab.

ASAL MUASAL KEMUNCULAN TRIGONOMETRI

Sudah pasti dong munculnya rumus ini didahului dari asal muasal rumus tersebut. Di awal trigonometri ini selalu dikaji sebagai salah satu cabang astronomi namun pada akhirnya trigonometri berdiri sendiri sebagai disiplin ilmu titik di sini terdapat perkembangan awal trigonometri yang memang terbukti kan adanya gerakan yang disebabkan langsung oleh keperluan dalam penyelesaian masalah di bidang astronomi.nah kemunculan dari trigonometri ini memang prosesnya perlahan-lahan dibandingkan dengan cabang matematika yang lainnya. untuk rumus trigonometri ini sendiri berkembang disebabkan adanya hubungan antara pendidikan matematika terapan dengan adanya keperluan pada bidang sains yakni astronomi. dalam hubungan inilah yang dianggap memiliki keterkaitan satu sama lain tetapi tersembunyi sampai zaman renaisans trigonometri yang sudah dijadikan sebagai topik tambahan di bidang astronomi.

PERKEMBANGAN RUMUS BESERTA PARA PENEMUNYA

mengenai sebuah perkembangan trigonometri ini memang menjadi salah satu alat utama di bidang astronomi yakni sebagai salah satu bidang kajian yang memang sudah sangat diminati oleh para ahli matematika Islam sampai halnya trigonometri ini bisa berdiri sendiri sebagai disiplin ilmu.untuk orang-orang Islam terdahulu memang menjadi orang yang pertama kali melakukan penekanan pengkajian prinsip-prinsip cahaya. Dan ini tergerak langsung oleh Al haitham yang memang sudah menulis mengenai risalah-risalah betapa pentingnya tentang topik dan juga membina sebuah bentuk awal pada prinsip cahaya yang pada akhirnya sudah menjadi hukum snell mengenai pembiasan cahaya itu sendiri untuk prinsip optik al-hikmah sendiri memberikan suatu inspirasi supaya nantinya bisa mengacu pada perhatian astronomi dan trigonometri yang lebih diutamakan dahulu.

Dalam hal ini para tokoh-tokoh pun atau sang ilmuwan pun ikut andil dalam penemuannya dan tokoh-tokoh itu adalah:

# TOKOH AL KHAWARIZMI

nah untuk tokoh yang pertama ini menjadi seorang tokoh matematika besar yang memang dilahirkan pada jalan Islam dan langsung disumbangkan pada peradaban dunia.ya bisa dikatakan 100 tahun 200 tahun atau bahkan beratus-ratus tahun lebih hanya kemungkinan kecil akan ada sosok yang terlahir ke dunia ini lagi seperti beliau yakni Al khawarizmi. Beliau ini memang sangat terkenal dengan adanya teori algoritma yang di mana dirinya sudah membangun teori-teori matematika dasar yang lainnya. pada bidang trigonometri ini memang dirinya lah yang menemukan langsung pada pemakaian rumus sin cos tan dan juga secan.

# TOKOH AL BATTANI

untuk apa yang satu ini pasti kalian sudah sangat familiar ya dengan namanya gimana untuk nama lengkap dari Al battani sendiri adalah Muhammad Ibnu Jabir Ibnu Sina abu Abdullah al-battani, dirinya langsung dilahirkan di daerah Mesopotamia yakni kurang lebihnya tahun 850 Masehi dan dirinya sendiri telah meninggal dunia di daerah Damsyik tahun 1929 Masehi.Al battani sendiri merupakan putra raja Arab dan juga sekaligus menjadi gubernur Syiria yang dianggap sebagai salah seorang ahli astronomi dan juga matematika Islam yang sudah sangat terkemuka pada masanya. Dalam hal ini al-battani memang langsung bertanggung jawab untuk memperkenalkan sebuah konsep konsep modern serta adanya perkembangan fungsi-fungsi yang identity dari trigonometri itu sendiri. Dan dalam hal ini dirinya juga menggunakan formula sinus dengan lebih jelasnya lagi dibandingkan dari penjelasan orang-orang Yunani terlebih dahulu. Dan kurang lebihnya dini juga menemukan beberapa rumus yang mungkin sudah kalian ketahui semua ya guys dan itu ada saat ini di pelajaran kalian semua.

# TOKOH ABU AL WAFA

untuk tokoh yang satu ini mungkin yang banyak Kalian temui dalam pencarian Google ya garis. Untuk nama lengkapnya adalah abu Al Wafa Muhammad Ibnu Muhammad Ibnu Ibnu Ismail Al buzjani yang memang lahirnya di Buzjan, Iraq yakni tahun 940 Masehi. untuk tokoh yang satu ini memang sejak kecilnya sudah memiliki kecerdasan hal ini lantaran adanya penunjangan dengan minat pada bidang ilmu alam semenjak kecil.

setelah abu Al Wafa ini bisa menyelesaikan pendidikan dasar nya dan juga pendidikan menengahnya beliau ini langsung memutuskan untuk meneruskan ke jenjang yang lebih tinggi di daerah Baghdad tahun 959 Masehi.dan dari beberapa bimbingan sejumlah ilmuwan terkemuka pada masanya tidak membutuhkan waktu lama dirinya langsung menjadi seorang pemuda yang memiliki otak cemerlang.

nah dalam hal ini dirinya langsung banyak membantu para ilmuwan nih baik itu pribadi ataupun tidak dalam pengembangan teori yang terutama di bidang trigonometri ini.seperti konstruksi bangunan trigonometri pada versi abu al-wafa ini sangat diakui dan juga besar sekali manfaatnya. Yang di kala itu dirinya berhasil untuk mengembangkan sebuah metode baru mengenai konstruksi segi empat dan juga adanya perbaikan nilai sinus 30 dengan adanya pemakaian 8 desimal. Dalam hal ini beliau juga memang mengembangkan adanya hubungan rumus-rumus dengan hubungan sinus.

dalam hal ini banyak sekali buku-buku dan juga karya ilmiah yang sudah dihasilkan dan sudah mencakup dari banyak bidang namun, hanya tinggal sedikit karena yang masih tertinggal sampai saat ini dikarenakan beberapa karyanya yang ini ada yang hilang dan juga sudah dimodifikasikan. nah karena kontribusinya yang sudah sangat besar terhadap rumus trigonometri ini abu Al Wafa langsung dijuluki sebagai seorang peletak pertama dalam dasar ilmu trigonometri. makanya banyak di mesin pencarian bahwa yang terkenal itu hanyalah abu Al Wafa.

# TOKOH IBNU AL SHATIR

Penutup ada Ibnu Al SHATIR dimana dirinya memiliki nama lengkap yakni ala Al bin Ali Ibnu Ibrahim Al muwaqit yang memang lahirnya sejak tahun 1306 Masehi. Dalam catatan dirinya meninggal tahun 1375 Masehi dan tidak banyak yang mengetahui hal ini karena karya-karyanya Mazda langsung tertuang dalam Rasad IBN SHATIR atau pemerhati dari Ibn SHATIR.

nah itulah tadi sedikit nya mengenai perkembangan dari adanya rumus trigonometri beserta para. Semoga dengan adanya artikel ini bisa membantu kalian ya guys.



Mengenal Matematikawan Dalam Ahli Pythagoras

Dari artikel sebelumnya, bahwa sudah banyak banget yang tahu kehadiran dari penemuan yang satu ini. dimana, dalam setiap pelajaran matematika yang ada di dunia ini akan membahas mengenai rumus Pythagoras yang rata-rata di benci orang karena sangat susah untuk mempelajarinya. Dan ilmu matematika yakni rumus dari Pythagoras ini sendiri diambil langsung dari orang yang telah menciptakan rumus matematika yang satu ini. dimana, tokoh matematikawan ini sendiri memang sudah sangat banyak berkontribusi di dalam dunia matematika ini.

Didalam sebuah Biografinya, menjelaskan bahwa Pythagoras ini sudah diketahui bahwa dirinya sendiri lahir di Pulau Aegean di wilayah Timur Kepulauan Samos, daerah Yunani pada tahun 570 SM. Dan dirinya itu memiliki seorang ibu dengan nama Pythias yang dimana memanglah penduduk asli di pulau tersebut dan ayahnya sendiri bernama Mnesarchus yakni seorang pedagang permata dari Lebanon atau Tirus. Dan untuk Pythagoras juga telah memiliki anggota saudara kandungnya berjumlahkan 3 0rang.

Mengenal Jauh Sosok Penemu Pythagoras

Semasa kecilnya, Pythagoras ini sendiri masa kecilnya sudah di habiskan di kepulauan Samos. Sewaktu sudah dewasa dirinya sendiri mulai menemani sang ayah untuk berdagang. Ayahnya sendiri pernah membawa dirinya ke Tirus dan disitulah dirinya mulai untuk belajar di bawah para sarjana dari kawasan Suriah. Dan juga kemungkinan besar sekali untuk mengunjungi Negara Italia bersama dengan ayahnya ketika sedang berdagang.

Pythagoras pun kemudian belajar dan juga secara ektensif di bawah guru yang berbeda sekali. Dan dirinya sendiri belajar puisi , lalu membacakan karya pujangga Homer dan juga memainkan music kecapi. Selain daripada itu dirinya juga belajar sudah dari para sarjana di Suriah dan juga belajar di bawah bimbingan para Sarjana di Chaldea. Guru awal dari Pythagoras ini sendiri ialah Pherecydes.

Awal Belajar Ke Thales

Dan disini pun Pythagoras saat berusia 18 Tahun pergi ke kota Miletus untuk bertemu langsung dengan Thales yang merupakan seorang ahli matematika dan juga astronomi. Walau saat itu Thales sendiri sudah terlalu tua untuk bisa mengajar dan pertemuan ini sendiri juga membuahkan hasil. Dimana Minat dari Pythagoras sendiri menemukan minat pada ilmu Pengetahuan, Matematika, serta pelajaran pada astronomi.

Pythagoras juga belajar dengan salah satu murid dari Thales yang bernama Anaximander. Dan selanjutnya pun karya dari Pythagoras ini sudah menunjukkan sebuah kemiripan yang sangatlah mencolok dengan karya dari Anaximander juga.

Melipir Ke Kawasan Mesir

Selanjutnya ada sebuah teori astronomi serta geometri yang memang sudah sangat tampak sekali telah berkembang secara alami dari sebuah teori-teori filsuf yang lebih tua lagi. Pada 535 SM, dirinya melakukan petualangan ke Mesir untuk melarikan diri dari tirani Polycrtes yakni penguasa Samos kala itu. Dirinya tinggal di wilayah Mesir kurang lebih sudah 10 tahun lamanya. Disana dirinya sudah menyelesaikan ritus serta adat keagamaan yang memang di perlukan disana yang kemudian juga masuk ke kuil Diospolis dan juga di terima sudah menjadi seorang imam yang ada di sana.

Disini pun juga sudah berpendapat jelas bahwasannya selama beberapa tahun ini Pythagoras juga sudah belajar di bawah bimbingan pada pendeta di Mesir dengan nama Oenuphis dari Heliopolis. Pada tahun 525 SM, Kaisar Cambyes ll DARI Persia yang memang sudah menaklukan Mesir. Disini juga Pythagoras di tangkap dan langsung di bawa sebagai seorang tahanan ke Wilayah Babel atau lebih dikenal saat ini dengan wilayah Babilonia.

Kembalinya Lagi Dirinya Ke Samos

Di tahun 522 SM, ada juga Cambyes ll dari wilayah Persia meninggal di dalam keadaan yang sangat misterius dan juga terdapat Polycrates, dan penguasa Tirani Samos kala itu pun juga sudah terbunuh dan peristiwa ini juga sudah membuat kesempatan bagi Pythagoras untuk kembali ke Samos yang kemudianjuag dirinya melakukan tahun 520 SM.

Kemudian Dirinya Mulai Sekolah The Semicircle

Didalam Biografi Pythagoras ini telah membuka sebuah sekolah yang namanya adalah The Semicircle. Tetapi, mengenai sebuah metode pengajarannya juga akan jauh berbeda da nada hal menarik bagi beberapa orang lainnya. Dan untuk saat yang sama ini, para pemimpin Samos pada kala itu juga ingfin sekali Pythagoras terlibat dengan adanya pemerintahan Kota namun, hal ini tidak menarik sama sekali ahti dari Pythagoras.

Mulai Ada Pengikutnya Atau Fansnya

Julukan dari pengikut dirinya ini ialah “ Pythagorean “ yang juga terbagi menjadi 2 kaum. Dan juga adasebagian dari mereka yang tinbggal serta bekerja di sekolah dengan terkenalnya sebagai matematikawan sekaligus pelajar. Untuk sebagian lainnya juga tinggal di luar sekolah yang di kenal sebagai Akousmatik atau sang pendengar.

Nah, Phytagoras ini sendiri menjadi Master dari matematika. Untuk para pengikutnya ini memanglah harus mengikuti sebuah gaya hidupo vegetarian yang amat ketat. Lalu, sebaliknya juga untuk kaum yang Akousmatik ini di ijinkan untuk bisa memiliki property pribadi yang memang makan makanan dari Non Vegetarian. Mereka ini juga menghadiri sekolah hanya di Siang Hari. Dan sekolah milik dari Pythagoras ini sudah berhasil untiuk mempraktekan sebuah kerahasiaan dengan ketat dan juga tidak hanyalah tentang ritual mereka namun juga mengenai apa yang diajarkan.

Melihat Kontribusi Dari Pythagoras Matematika

Mengenai kontribusi dari dirinya ini, juga sudah di kenang selalu dikarenakan adanya konsep tentang angka. Dan untuk Pythagoras sendiri percaya bahwasannya semuanya itu bisa untuk direduksi menjadi sebuah angka-angka dengan memiliki sebuah karakteristik, kekuatan serta sebuah kelemahan dari mereka sendiri.

Dan bagi Pythagoras ini memiliki angka 10 yang menjadi angka paling lengkap. Hal ini dikrenakan sudh terdiri dari adanya 4 digit pertama yakni 1 + 2 + 3 + 4 dan ketika di tuliskan nantinya memakai sebuah notasi titik akan membentuk sebuah segitiga.

Untuk hal ini pun dirinya juga sangat percaya bahwasannya Geometri ini menjadi bentuk yang tinggi dari Studi matematika. Keyakinan ini sendiri juga telah di dasari langsung terhadap pengamtannya dengan Matematika, music serta Astronomi. Bisa diambil contoh dimana dirinya sudah memperhatikan secara langsung bahwa sebuah

senar yang bergetar bisa untuk menghasilkan adanya nada yang sangat harmonis dengan memiliki sebuah rasio antara adanya sebuah panjang senar yang terdapat pada bilangan bulat. Disinilah dirinya menyadari bahwa rasio ini sendiri juga bisa untuk di perluas ke Instrumen lainnya.

Dirinya juga seorang musisi terbaik yang bisa memainkan alat music lyre yakni sejenis dengan Harpa yang baik. di dalam ilmu Astronomi sendiri, Pythagoras juga bisa mengajarkan bahwasannya bumi ini sendiri adalah sebuah bola di pusat Kosmos. Dan dirinya ini juga berpendapat bahwasannya semua planet dan juga bintang lain ini ialah bola dikarenakan sosok atau bentuk itu padat dan juga sangatlah sempurna. Dan sisa lainnya,sangat berkontribusi pada teorema Pythagoras.



Para Penemu Rumus Matematika Yang Tercatat Di Dunia

Matematika sendiri menjadi salah satu pelajaranyang sangat di butuhkan di oleh seluruh orang yang ada di dunia ini. dimana, Matematika akan selalu berhubungan dengan semua perhitungan yang ada. Dari bagi, kali, kurang, tambah semua msuk kedalam isi dari matematika itu sendiri. Nah, jika diambil langsung dari sejarah matematika sendiri ialah Penyelidikan dengan asal mula yang penemuannya ini sudah semakin di perluas dan untuk penyelidikan ini terhadap sebuah metode dan juga sebuah nominasi dimana matematika ini sudah berada pada masa silam.

Dan untuk zaman modern ini , penyebaran dari Ilmu pengetahuan ke seluruh dunia, lalu ada juga contoh-contoh yang sangatlah tertulis dari sebuah pengembangan mateamtika yang sudah mengalami adanya beberapa kemajuan dari matematika itu sendiri.

Nah, dari sini semua mulailah kalian ketahui dengan jelas adanya sebuah penemu mengenai rumus matematika yang sampai saat ini masih di pergunakan di semua kalangan yang ada di seluruh dunia ini. kita ketahui lebih lanjut lagi semua mengenai sejarahnya di bawah ini.

Sejarah Berjalan Mengenai Matematika Dengan Para Tokohnya

Semua seajrahnya kita mulai dari beberapa peradaban yang ada di dunia ini.

~ Peradaban Mesopotamia ; dimana, pada peradaban ini matematika sendiri menentukan adanya sebuah system dari sebuah bilangan pertama kali, ada juga menemukan sebuah system berat dengan adanya ukur dan terjadi sejak tahun 2500 SM system ini juga sangat decimal dengan tidak lagi juga di gunakan sebagai lidi yang di ganti oleh sebuah notasi yang berbentuk baji.

~ Peradaban Babilonia : disini menggunakan sebuah system decimal dengan rumus Π= 3,125. Ada juga penemu kalkulator untuk pertama kalinya dengan mengenal baik adanya geometri sebagai salah satu basis di perhitungan Astronominya. Lalu menjalankan adanya penggunaan pendekatan sebagai akar kuadrat. Disini terdapat juga geometri yang beanr-benar bersifat aljabaris dengan aritmatika yang tumbuh serta berkembang dengan baik menjadi retorisyang sudah berkembangan. Dan mengenal dengan teorema Pythagoras.

~ Peradaban Mesir Kuno ; disini juga sudah mulai mengenal rumus untuk bisa menghitung luas dari sebuah isi dan juga telah mengenal system bilangan dan juga symbol pada tahun di tahun 3100 SM. Disini sudah mengenal adanya triple Phytagoras, system angka bercorak yakni aritmatika. Serta terdapat bilangan berbasis 100 saat 300 SM.

~ Peradaban Yunani Kuno ; adanya Phytagoras yang sudah membuktikan adanya sebuah teorema ini secara matematis. Mengenai pencetus awalnya adalah Al Khwarizmi. Dimana, ada juga Archimedes yang sudah mencetuskan nama parabola ini yang artinya sebagai bagian dari sudut kanan yang sudah berkerucut dengan adanya Hipassus sebagai penemu bilangan irrasional. Ada juga pada peradaban ini seperti Diophantus sang penemu aritmatika dengan Archimedes dalam pembuat geometri di bidang yang datar serta bisa mengenal bilangan Prima.

~ Peradaban Di Cina : pada masa ini, sudah mengenal adanya sifat – sifat dari segitiga siku-siku pada tahun 3000 SM. Di peradaban zaman ini pun sudah bisa untuk mengembangkan adanya angka yang negative, adanya bilangan decimal, ada juga sebuah system decimal, sisytem biner, aljabar, geometri, trigonometri sefrta kalkulus. Disini pun juga telah menemukan adanya metode yang memang untuk memecahkan adanya beberapa jenis persamaan yakni di oersamaan kuadrat da nada juga kubik serta qualitik. Untuk aljabarnya juga sudah menggunakan system horner untuk bisa menyelesaikan sebagai sebuah persamaan kuadrat.

~ Peradaban India ; memperkenalkan langsung adanya pemakaian angka Nol dengan Desimal. Mengenai Brahmagyupta pun sudah menemukan adanya bilangan negative dengan adanya juga rumus a2 tambah b2 tambah c2 pada Sulbasutra.

Tokoh-Tokoh Di Balik Penemu Rumus Matematika

#1 Thales – 624 hingga 550 SM

Ini menjadi seorang matematikawan pertama yang memang merumuskan sebuah teorema atau juga proposisi yang dimana ini menjadi sebuah tradisi yang akan jauh lebih jelas lagi setelahdi jabarkan dengan luas oleh Euclid. Dan ini menjadi landasan Matematika sebagai salah satu ilmu sebagai sebuah terapan yang rupanya sudah di letakkan oleh Thales sebelum munculnya Phytagoras yang membuat sebuah bilangan tersebut.

#2 Pythagoras – 582 hingga 496 SM

Dimana, Pythagoras ini ialah orang-orang yang sudah pertama kali untuk bisa mencetuskan aksioma-aksioma , dengan sebuah postulat yang di perlukan sebagai sesuatu yang di jabarkan terlebih dahulu di dalam pengembangan geometri. Untuk Pythagoras sendiri bukan menjadi orang yang menemukannya namun, dirinya yang berhasil untuk membuat pembuktian matematis. Seperti persaudaran Pythagoras dengan menemukan beberapa bilangan irasional.

#3 Socrates – 427 hingga 347 SM

Disinilah, dirinya menjadi seseorang filosofi besar yang ada di Yunani. Dimana dirinya juga sudah menjadi sebuah penciptaan ajaran serba cita dikarenakan ini menjadi sebuah filosofi yang langsung dinamakan dngan Idealisme. Ajarannya sendiri lahir karena adanya sebuah pergaulan dengan kaum yang sofis. Plato sendiri merupakan ahli piker pertama yang bisa untuk menerima adanya sebuah paham alam bukan malah paham benda.

#4 Ecluides – 325 hingga 265 SM

Ini menjadi bapaknya Geometri. Hal ini memang sudah dikarenakan sebagai teori bilangan serta geometri. Yang dimana adanya sebuah subyek yang bisa di bahas dengan bentuk-bentuk, teorema Pythagoras, tangen, geometris ruangan , ada teori proporsi serta beberapa hal lainnya. Serta bisa menemukan adanya alat temuan dari Eucluides seperti Mister dan juga Jangka.

#5 Archimedes – 287 hingga 212 SM

Dirinya telah mengaplikasikan prinsip fisika dan juga matematika. Dan juga sepertinya mempertemuka adanya rumus Π pada perhitungan luas lingkaran. Dirinya ini menjadi seorang ahli matematika terbesar yang ada sepanjang zaman kuno. 3 karya Archimedes yang langsung membahas adanya geometri bidang datar yakni pengukuran lingkaran, kuadratur dari sebuah parabola serta spiral.

#6 Appolonius – 262 hingga 190 SM

Untuk konsepmatematikannya sendiri mengenai langsung tentang parabola, ada juga hiperbola, dan juga ada elips yang memang banyak untuk membrikan sumbangan bagi astronomi modern. Dirinya juga merupakan seorang matematikawan yang benar-benar ahli di bidang geometri. Serta terdapat Teorema Appolonius yang benar-benr menghubungkan beberapa unsur di dalam segitiga.

#7 Diophantus – 250 hingga 200 SM

Ini menjadi salah satu bapak Aljabar yang ada bagi peradaban di Babilonia. Dimana, dirinya langsung mengajarkan dan juga mengembangkan sebuah konsep aljabar Babilonia. Seseorang Matematikawan Yunani yang sedang bermukim di Iskandaria. Dan tentang karya besarnya adalah buku aritmatika, buku karangan pertama dirinya yang mencakup keseluruhan system aritmatika yang sudah disebut dengan Diophantus. Untuk yang satuini juga memanglah berisi seperti pemecahan yang kira-kira 130 soal untuk bisa menghasilkan adanya persamaan di tingkat pertama.

Dari sinilah kita bisa mengenal apa itu Matematika ?… ada apa saja di dalam matematika sendiri ?.. bagaimana hal ini bisa muncul ?…dan semua sudah terjawab dari keberadaannya di peradaban kuno.




top