Siapa Legenda Ilmuwan Matematika Islam

Meski peradaban dalam Islam sendiri telah menjadi salah satu dari yang menyumbangkan sebuah jasa besar bagi perkembangan ilmu dunia matematika modern, dimana yang kita ketahui banyak ilmuwan yang menemukan rumus matematika, dan menjadi ahli di dalam bidang matematika. Namun ternyata ada juga para ilmuwan matematika yang beragama islam yang dimana nama-nama mereka tak banyak diketahui.

Legenda Ilmuwan Matematika Islam

Umumnya penemuan biasanya dikenal dan juga ditemukan oleh para ilmuan yang berasal dari kawasan Eropa, namun ternyata dari tanah timur pun banyak ilmuwan yang yang berhasil menemukan rumus dan beberapa ilmuan dalam bidang ilmu Matematika, dalam artikel ini akan dibahas beberapa, legenda ilmuwan Matematika yang beragama islam sebagai berikut. 

Dalam Bidang Aritmatika

Aritmatika yang dimana sebuah ilmu yang berasal dari bahasa Yunani yang dimana berarti angka. Dulu dimana disebut juga sebagai sebuah ilmu hitung dan juga merupakan sebuah cabang dari ilmu matematika yang dimana dalam ilmu ini sendiri mempelajari sebuah operasi dasar sebuah bilangan. Al-Khawarizmi yang dimana seorang ilmuan yang berhasil membahas Aritmatika dalam bukunya, Calculation with Hindu Numerals. Ahli dalam matematika Arab lainnya juga, al-Kindi, yang dimana beliau sendiri mengupas aritmatika di dalam kitabnya yang berjudul, Kitab fi Isti’mal al-‘Adad al-Hindi, dalam sebuah empat volume.

Pada abad ke-10,sendiri yang dimana para ahli matematika Timur Tengah yang dimakan pada saat itu sudah berhasil untuk dapat mengembangkan dari sistem angka dan juga dari bilangan desimal ke dalam pecahan dengan cara menggunakan tanda titik dan juga desimal. Ini juga dimana dikembangkan oleh ahli dalam matematika Syria, Abu’l-Hasan al-Uqlidisi pada saat itu di tahun 952-953 M. Di dunia Arab lampai zaman moden yang dimana pada sistem angka Arab yang dimana hanya digunakan oleh serong ahli Matematik.

Dalam Bidang Kalkulus

Kalkulus sendiri yang dimana sebuah ilmu yang berasal dari bahasa Latin, calculus, yang berarti adalah batu kecil. Kalkulus sendiri merupakan sebuah cabang ilmu dari matematika yang dimana hal ini mencakup limit, turunan, integral, dan juga deret angka yang tak terhingga. Kalkulus sendiri yang dimana ilmu yang mempunyai aplikasi yang luas dalam sebuah bidang sains dan juga di dalam bidang teknik dan juga dapat digunakan untuk memecahkan sebuah masalah yang dimana merupakan sebuah kompleks dari aljabar yang dimana tidak cukup untuk dapat menyelesaikannya.

Ahli dalam matematika Islam yang dimana mereka berperan untuk mengkaji kalkulus yaitu adalah al-Karaji. Sejarawan matematika F Woepcke yang dimana memuji al-Karaji yang dimana karena dianggap sebagai seorang ilmuwan pertama yang diaman memperkenalkan sebuah dari teori kalkulus dan juga aljabar. Setelah itu, Ibn al-Haytham atau yang juga dikenal sebagai al-Hazen yang dimana di Barat juga ikut juga berkontribusi di dalam menghasilkan sebuah rumus yang dimana terkait kalkulus. Pada abad ke-12 sendiri, yang dimana para ahli matematika Persia, Sharaf al-Din al-Tusi, yang pada saat itu juga tercatat sebagai salah satu dari penemu dari turunan polinomial kubik yang dimana sebuah hasil yang penting dalam sebuah diferensial kalkulus.

Dalam Bidang Geometri

Secara harfiah sendiri, yang dimana geometri sendiri berarti sebuah pengukuran tentang sebuah bumi. Geometri sendiri adalah sebuah cabang yang ada dari matematika yang dimana mempelajari sebuah hubungan di dalam sebuah ruang. Dari pengalaman, atau juga mungkin secara intuitif, dimana orang dapat mengetahui sebuah ruang dari ciri dasarnya, yang dimana diistilahkan juga sebagai aksioma dalam ilmu geometri. Peran dari ahli matematika sendiri yang beragama Islam sendiri dalam geometri sendiri begitu besar. Selaiannya yang dimana al-Khawarizmi, ahli dalam matematika yang dimana Islam yang lainnya yang dimana menaruh sebuah perhatian terhadap geometri adalah sebuah al-Mahani. Dia yang dimana menyusun sebuah ide dari pengurangan masalah-masalah dari geometrik, seperti halnya turunan kubus ke sebuah masalah-masalah yang ada di dalam aljabar. Ilmuwan Islam yang juga lainnya yang dimana mengkaji sebuah geometri adalah al-Karaji. Beliau dimana membebaskan aljabar dari sebuah operasi geometrik dan dirinya juga lah yang dimana menggantinya dengan operasi dari tipe aritmetika yang dimana menjadi salah satu dari inti aljabar saat ini.

Dalam Bidang Trigonometri

Trigonometri sendiri yang dimana merupakan sebuah dari cabang yang dimana matematika yang dimana hal tersebut berhadapan dengan sebuah sudut dari sebuah segitiga dan juga sebuah fungsi dari trigonometri, seperti halnya cosinus,sinus, dan juga tangen. Trigonometri yang dimana berasal dari India. Ahli matematika Islam yang juga menerjemahkan dan juga mengembangkannya. Dalam sebuah ilmu trigonometri, al-Khawarizmi sendiri dimana seorang ilmuan yang  berhasil menyusun tabel dari sinus dan juga tangen. Selain itu juga, Bapak aljabar yang dimana tersebut juga mengembangkan sebuah spherical trigonometry atau juga dari trigonometri yang dimana berbentuk bola. Pada abad ke-10, ahli matematika yang merupakan Muslim menggunakan sebuah enam fungsi trigonometri yang dimana secara keseluruhan. Ahli dalam matematika Islam lainnya, yaitu Abu al-Wafa’, juga sebagai yang berhasil membuat rumus trigonometri yaitu : sin 2x = 2 sin x cos x. Sejumlah para ahli matematika Muslim yang lainnya yang juga dimana mereka memberi kontribusi dalam ilmu trigonometri yaitu adalah Omar Khayyam. Al-Jayyani, yang dimana seorang ahli matematika Islam yang berasal dari Spanyol, menulis sebuah risalah pertama yang dimana berisikan tentang spherical trigonometri. Nasir al-Din al-Tusi yang dimana juga ikut memberi kontribusi diri mereka ke dalam trigonometri.

Al-Khawarizmi terdapat pada tahun 780-830M, Bapak dari Aljabar ini yang ada dari Bukhara Dimana di dunia Barat sendiri menyebutnya sebagai Algebra. Sejatinya, para ilmuwan matematika, astronomi, astrologi, dan juga ilmuan geografi ini merupakan kelahiran Bukhara, Uzbekistan, yang dimana bernama lengkap Muhammad Ibn Musa al-Khawarizmi. Sebagian besar pada masih hidup al-Khawarizmi sendiri yang dimana dirinya didedikasikan untuk sebuah pengembangan ilmu pengetahuan di sebuah Sekolah Kehormatan yang  dimana sekolah tersebut didirikan oleh Khalifah al-Ma’mun yang ada di Baghdad. Sederet dari karyanya yang dimana lahir dari buah pikirnya. Aljabar sendiri merupakan sebuah buku pertama yang menjadi karya Khawarizmi yang dimana dalam buku tersebut membahas solusi sistematik dari sebuah linear dan juga notasi kuadrat. Tak heran, bila kemudian dunia sendiri mendaulatkan sebagai Bapak Aljabar. Berkat jasanya juga, dimana sistem penomoran pada posisi desimal dapat terlahir.

Itulah  Legenda Ilmuwan Matematika Islam yang dimana berkat jasa dan juga temuan hasil dari buah pikir mereka yang sudah memberikan banyak dampak bagi ilmu Matematika yang kita pakai sekarang ini. Dimana jika selama ini yang kita kenal dengan beberapa ilmuwan yang berasal dari tanah Eropa, ternyata ada para ilmuan yang berasal dari Tanah Timur yang sangat berpengaruh bagi kemajuan ilmu khususnya dalam bidang ilmu Matematika. Semoga dengan adanya informasi ini juga dapat berguna untuk kita semua.